Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Kelurahan Sungaijawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1444 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 16 Januari 2026.

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati oleh umat Muslim setiap tahunnya. Peringatan ini telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat, baik melalui kegiatan ibadah maupun refleksi pribadi sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Secara singkat, Isra Mi’raj merujuk pada peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini dikenal sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam dan menjadi dasar ditetapkannya kewajiban salat bagi umat Muslim. Kisah Isra Mi’raj diriwayatkan dalam sumber-sumber ajaran Islam dan dikenang hingga kini sebagai bagian dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, peringatan Isra Mi’raj dipahami dan dijalani oleh umat Muslim sebagai bagian dari keyakinan mereka, sementara aktivitas sosial masyarakat secara umum tetap berjalan sebagaimana biasa. Hal ini mencerminkan dinamika kehidupan bermasyarakat yang saling berdampingan, di mana setiap peringatan keagamaan hadir dalam ruangnya masing-masing.

Kelurahan Sungaijawi Dalam sebagai bagian dari pemerintahan di tingkat kelurahan memandang peringatan hari-hari besar keagamaan sebagai bagian dari realitas sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Penyampaian ucapan peringatan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman keyakinan warga, tanpa mengurangi rasa kebersamaan sebagai satu lingkungan.

Melalui momentum peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan suasana saling menghargai, hidup berdampingan, dan menjaga ketertiban sosial tetap terpelihara di lingkungan Kelurahan Sungaijawi Dalam. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, di mana perbedaan dipahami sebagai bagian dari keseharian, bukan sebagai pembatas.